top of page
Search

Naik sementara, harga emas hingga akhir 2019 akan cenderung sideways

  • Writer: ptkontakperkasabdg
    ptkontakperkasabdg
  • Dec 13, 2019
  • 2 min read

PT KP PRESS - Penguatan harga emas global diprediksi hanya sementara dan cenderung bergerak sideways hingga akhir tahun. Namun, tahun depan harga emas masih bisa berkilau seiring sinyal Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed) yang belum akan menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat. KONTAK PERKASA FUTURES - Mengutip Bloomberg pada perdagangan Kamis (12/12) pergerakan harga emas global di pasar Commodity Exchange (Comex) untuk kontrak perdagangan Februari 2020 tercatat menguat 0,26% ke level US$ 1.479 per ons troi. PT KONTAK PERKASA - Kemarin (11/12), The menahan suku bunga acuan di kisaran 1,5% hingga 1,75%. Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan suku bunga The Fed tetap melihat ekspektasi inflasi Negeri Paman Sam yang di level 2%. PT KONTAK PERKASA FUTURES - "Dengan demikian, kami melihat peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya belum terlihat," jelas Suluh kepada Kontan.co.id, Kamis (12/12). Pasca The Fed mengumumkan hasil rapat Federal Open Market Committe (FOMC), pergerakan harga emas global cenderung positif. Suluh mengungkapkan kenaikan harga emas global sempat mendekati 1% dan saat ini bertengger di kisaran US$ 1.475 per ons troi. Hingga akhir tahun ini, pergerakan harga emas diperkirakan masih terbatas dan berada di bawah US$ 1.500 per ons troi. "Hingga akhir tahun, emas kelihatannya masih di bawah US$ 1.500 per ons troi dengan kecenderungan sideways di kisaran US$ 1.460 per ons troi hingga US$ 1480 per ons troi," ujarnya. Untuk tahun depan, secara umum Suluh melihat ada peluang bagi harga emas tembus level US$ 1.500 per ons troi, dengan prediksi rentang harga di antara US$ 1.450 per ons troi hingga US$ 1.550 per ons troi. Namun, beberapa hal juga perlu diwaspadai sebagai sentimen yang bakal menekan harga emas. Beberapa tantangan bagi kenaikan harga emas di tahun depan diantaranya masih terkait keberlanjutan drama perang dagang antara AS dengan China. Selain itu, kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) di AS juga perlu menjadi perhatian lantaran bakal mempengaruhi pergerakan dollar AS. Artinya, secara tidak langsung pergerakan harga emas spot juga akan terpengaruh. Tantangan selanjutnya, kondisi pertumbuhan ekonomi global yang belum dapat dipastikan akan tumbuh atau justru turun di tahun depan. Faktornya, kembali lagi pada perkembangan sentimen perang dagang. "Beberapa hal lain, kemungkinan di tahun depan bakal menjadi kejutan dan menjadi booster bagi pergerakan harga emas, khususnya yang terkait geopolitik," kata Suluh. Suluh sendiri masih sanksi apakah harga emas masih mampu tumbuh dua digit di tahun depan. Dia cenderung merekomendasikan investor untuk menunggu perkembangan sentimen perang dagang di AS dan China. "Jika perjanjian fase pertama deal, biasanya harga emas akan turun dan saat itu bisa jual emas. Sebaliknya, jika masih belum jelas atau uncertainty maka pembelian emas bisa dilakukan saat ini," tandasnya. Source : kontan.co.id

Featured Posts
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Strategic Consulting. Proudly created with Wix.com

bottom of page